Labels
Blog Archive
-
▼
2011
(84)
-
▼
November
(44)
- Tamsulosin
- Bayi ASI miliki IQ legih tinggi dari pada bayi sus...
- Tips Membersihkan Paru-Paru Dari Asap Rokok
- Terlalu Banyak Vitamin D Dapat Membahayakan Jantung
- Sindrom Karsinoid, Tumor Langka di Paru-paru
- Askep jantung
- Pemasangan infus
- Keju lebih baik dari pada mentega untuk kesehatan ...
- Awas! Oral Seks Picu Kanker Tonsil dan Pangkal Lidah
- Jakarta, Meski tidak menyebabkan penularan penyaki...
- Asap Kayu Bakar Pengaruhi Risiko Pneumonia dan Pen...
- ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN ANAK DENGAN ASFIKSIA NEO...
- ASKEP Epilepsi
- Ganja Dapat Menyembuhkan Epilepsi
- Makanan ini bantu stop merokok
- Berjemur menurunkan resiko kanker payudara
- Mengapa rokok bisa picu kanker kesehatan
- Inilah reaksi tubuh saat menghisap rokok
- Diet cepat mengkonsumsi buah acai berry
- Seks Usia muda sebabkan kanker
- Jangan paksakan kelahiran di tanggal unik
- Kenapa orang ketagihan Coklat
- Askep Trekeostomi
- Fisiologi Kardiovaskular Ibu
- HYMEN versus VIRGINITAS
- ASUHAN BAYI BARU LAHIR
- Tips Menurunkan Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) ...
- 5 tanda banyak minum kopi
- Penyebab kanker serviks
- Kanker servik pembunuh banyak wanita
- Makanan dan minuman pereda stress
- Jaga hati dari Hepatitis
- 80% Wanita Alami Same Dress Syndrome
- ASKEP Gagal ginjal akut
- Fraktur Femur
- ASUHAN KEPERAWATAN KARSINOMA KANDUNG KEMIH
- Benarkah Kurang Minum Bikin Sakit Ginjal?
- ASUHAN KEPERAWATAN MENINGITIS
- Proses pembentukan urine
- ASKEP DENGAN HIDROCEPHALUS
- HIDROSEFALUS KONGENITAL
- ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN EFUSI PLEURA
- ASKEP Herpes Zoster
- HERNIA NUKLEUS PULPOSUS (HNP)
-
▼
November
(44)
My Favorit Blog
Tamsulosin

Deskripsi
Tamsulosin digunakan untuk mengobati gejala pembesaran prostat jinak (benign prostatic hyperplasia atau BPH). Pembesaran prostat jinak adalah gangguan yang bisa terjadi pada pria ketika bertambah tua.
Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih. Ketika kelenjar prostat membesar, otot-otot tertentu di kelenjar dapat menegang dan menyumbat aliran saluran urin dari kandung kemih.
Hal ini dapat menyebabkan masalah kencing seperti sering ingin buang air kecil, aliran urin yang lemah saat kencing, atau perasaan sulit mengosongkan kandung kemih sepenuhnya.
Tamsulosin membantu mengendurkan otot-otot di prostat dan pembukaan kandung kemih. Hal ini dapat membantu meningkatkan aliran urin atau mengurangi gejalanya. Namun, tamsulosin tidak akan mengecilkan prostat.
Prostat dapat terus menjadi lebih besar dan dapat menyebabkan gejala-gejalanya menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, meskipun tamsulosin dapat mengurangi masalah yang disebabkan oleh pembesaran prostat sekarang, operasi mungkin masih diperlukan.
Indikasi
Efek Samping:
1. Batuk atau suara serak
2. Demam atau menggigil
3. Punggung bagian bawah atau samping nyeri
4. Nyeri atau sulit buang air kecil
Dosis
Untuk pembesaran prostat jinak:
Dewasa: Pada awalnya, 0,4 mg sekali sehari, sekitar tiga puluh menit setelah makan. Dokter mungkin meningkatkan dosis jika diperlukan.
Anak-anak: Penggunaan tidak dianjurkan.
Labels:
Farmakologi
|
0
comments
Bayi ASI miliki IQ legih tinggi dari pada bayi susu botol
Satu lagi bukti pentingnya ASI eksklusif bagi kesehatan anak, yaitu ASI menyebabkan anak menjadi lebih pintar. Anak-anak yang sewaktu bayi diberi ASI lebih dari enam bulan mendapat rata-rata skor IQ (Intelligence Quotient) 3,8 poin lebih tinggi dari anak yang mendapat susu dari botol.Hasilnya, anak-anak prasekolah yang diberi ASI mendapat skor IQ lebih tinggi daripada anak yang diberi susu botol.
Skor IQ yang diperoleh berbanding lurus dengan berapa lama bayi mendapat ASI. Skor IQ lebih tinggi 2,1 poin pada anak-anak yang disusui selama tiga bulan, 2,6 poin lebih tinggi ketika disusui selama empat sampai enam bulan, dan 3,8 poin lebih tinggi pada anak yang disusui lebih dari enam bulan.
Penelitian ini menegaskan pengamatan yang pernah dilaporkan 70 tahun lalu oleh Carolyn Hoefer dan Mattie Hardy di Journal of American Medical Association, serta banyak penelitian setelahnya.
Penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi Organisasi Kesehatan Dunia untuk merekomendasikan agar semua bayi mendapat ASI eksklusif selama enam bulan pertama sejak dilahirkan.
"Bayi yang disusui dari payudara ibu tidak hanya menerima makanan, tetapi terlibat dialog biologis yang dinamis secara dua arah. Ini adalah ikatan fisik, psikologis, dan interaksi antara bayi dengan ibunya selama menyusui dan memelihara perkembangan kemampuan mental bayi," kata Tonse Raju, dokter anak dan neonatalogist (ahli bayi) di Institut Nasional Anak Kesehatan dan Pembangunan Manusia yang tidak ikut dalam penelitian.
"Saya percaya efek IQ ini dapat dijelaskan sebagian oleh interaksi yang dinamis antara ibu dengan bayi dalam proses menyusui," kata Jedrychowski menyepakati perkataan Raju seperti dikutip dari LiveSCience, Jum'at (18/11/2011).
Selama tahun pertama kehidupan, berat otak bayi bertambah hampir dua kali lipat. Sebagian besar pertambahan itu berasal dari pertumbuhan materi putih. Kecepatan transmisi impuls listrik pada serat saraf yang diselubingi lapisan mielin 50 kali lebih cepat daripada yang tidak terselubung.
Penelitian ini memberikan wawasan tentang mengapa pembentukan selubung mielin terjadi setelah kelahiran dan tidak ketika masa kanak-kanak atau remaja. Pengalaman anak usia dini mempengaruhi pembentukan mielin dan membantu perkembangan otak untuk beradaptasi terhadap lingkungann
(ir/ir)
Labels:
Tahukah Anda
|
0
comments
Tips Membersihkan Paru-Paru Dari Asap Rokok
Mungkin anda seorang perokok, atau dalam kehidupan anda anda terpaksa berada di ingkungan para perokok, berikut ini cara yang bisa anda lakukan dalam usaha untuk membersihkan paru - paru anda, atau paling tidak , akan meminimalisir bahaya rokok terhadap tubuh anda , terutama pada paru - paru anda ……………………………………………………………………………………………
1. Omega3
Pemberian makanan yang kaya akan omega-3 pada penderita penyakit gangguan paru-paru kronik (Chronic obstructive Pulmonary Diseases/COPD) dapat memperbaiki fungsi paru-paru penderita penyakit tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan adanya penurunan serum, tingkat produksi lendir serta perbaikan gejala pada penderita COPD.

…………………………………………………………………………………………
2. Kedelai
Berikut petikan berita Kedelai Perbaiki Paru-Paru :
“MENGONSUMSI makanan dan minuman yang mengandung banyak kedelai dapat memperbaiki fungsi paru-paru dan mengurangi serangan penyakit sesak nafas kronis.
Tim studi yang dipimpin Fumi Hirayama asal Jepang meneliti 300 pasien sesak nafas dan 340 orang sehat mengenai konsumsi kedelai. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi produk-produk yang mengandung kedelai ada hubungannya dengan membaiknya fungsi paru-paru dan turunnya risiko terkena sesak nafas.
“Setelah diteliti, flavonoid yang terdapat dalam makanan kedelai bertindak sebagai anti-peradangan pada paru-paru serta dapat melindungi paru-paru dari tembakau yang menyebabkan kanker bagi para perokok,” jelas Hirayama.
Menurut Hirayama, selain baik bagi paru-paru, kedelai juga bisa menurunkan kolesterol serta mengatasi gejala menopause.

…………………………………………………………………………………………
3. Transplantasi:
KOMPAS.com — Untuk pertama kalinya, para peneliti dari McEwen Centre for regenerative Medicine, University Health Network berhasil menggunakan terapi gen untuk memperbaiki paru-paru yang “rusak” sehingga digunakan untuk transplantasi kepada pasien yang membutuhkan.
Teknik ini bakal secara signifikan memacu pertumbuhan jumlah donor paru-paru dengan cara memperbaiki organ yang sebelumnya dinilai “cacat”, selain juga meningkatkan hasil transplantasi yang lebih baik.
Lewat suatu proyek Dr Shaf Keshavjee, pakar dari McEwen Centre for Regenerative Medicine, University Health Network menerapkan teknik gen ex vivo pada organ paru-paru donor sebelum digunakan untuk transplantasi. Teknik tampak sederhana dan efektif untuk memperbaiki fungsi paru-paru.
Ingin tahu bagaimana cara kerja terapi gen ini? Paru-paru donor disimpan dalam kondisi suhu tubuh normal dengan menempatkannya di sebuah kubah untuk memproteksi. Lalu, sistem perfusi paru Toronto XVIVO secara terus-menerus memompa cairan oksigen tanpa darah, protein, dan nutrisi kepada paru-paru yang “cacat” tersebut. Metode ini meniru kondisi paru pada umumnya sehingga sel-sel yang “cacat” bisa memperbaiki diri sendiri dan terciptalah sebuah paru-paru yang bagus dan bisa diaplikasikan sebagai donor.
Setelah itu, dimasukkan gen IL-10 yang bisa menghalangi respons imunitas tubuh terhadap infeksi sehingga organ yang baru ditransplantasi tidak rusak.
…………………………………………………………………………………………
4. 12 jam saja:
Bagi pecandu rokok, menghentikan kebiasaan merokok merupakan hal yang sulit. Namun ternyata, tubuh akan memperbaiki sistemnya ketika seseorang mulai berhenti merokok selama 12 jam.
Perasaan buruk akan terasa di awal, namun pada saat itulah proses penyembuhan kerusakaan akibat rokok dimulai.
Karbon monoksida dan kandungan nikotin dalam tubuh akan hilang secara perlahan.
Kandungan berbahaya tersebut akan hilang sama sekali dalam waktu 2-3 hari setelah berhenti merokok. Pada saat itu akan timbul perasaan tak tenang serta emosi yang tidak stabil. Rasa lapar , serta keletihan yang berlebihan bahkan kesulitan tidur pun terasa.Gejala tersebut menandakan bahwa tubuh sedang membersihkan sisa-sisa nikotin yang ada. Dalam 2-3 minggu sejak berhenti merokok sirkulasi tubuh akan mulai memperbaiki kerusakan pada paru-paru. Dalam jangka waktu 1-9 bulan, batuk-batuk dan nafas pendek akan menghilang. Paru-paru mulai bersih dan fungsinya kembali normal.
Gejala-gejala seperti depresi, frustasi, dan sakit kepala juga akan melanda pada awal proses penyembuhan. Namun hasilnya, Anda akan terbebas dari risiko kanker, jantung, kemandulan, dan kerusakan paru-paru. Dengan sedikit kesabaran dan niat yang keras,
Anda akan mendapatkan kualitas kesehatan yang luar biasa.
…………………………………………………………………………………………
5. Antioksidan:
Brokoli, apel, serta sayur dan buah lainnya yang kaya antioksidan bisa membantu memperbaiki dan melindungi paru-paru Anda. Satu studi telah menunjukkan bahwa paru-paru orang yang mengkonsumsi lebih dari 5 apel dalam seminggu berfungsi lebih baik dari paru-paru mereka yang sama sekali tidak mengkonsumsi apel.
Selain itu, antioksidan isothiocyanate pada sayuran seperti brokoli, tauge, serta kol bunga juga terbukti bisa menurunkan risiko kanker paru-paru.
Sayuran kol, kubis hijau dan merah berfungsi sebagai sumber nutrisi dan pelindung paru-paru. Makanan sumber nutrisi paru-paru lainnya meliputi
buah bit, wortel, ketela, labu, biji wijen, almon, aprikot, kacang, serta buah sitrus.

…………………………………………………………………………………………
6. Tingkatkan kapasitas
Angka harapan hidup kita secara langsung bergantung pada kapasitas paru-paru. Jika paru-paru tidak bekerja maksimal untuk mensuplai oksigen ke seluruh tubuh, maka semua proses metabolisme akan rusak.
Satu cara efektif meningkatkan kapasitas paru-paru adalah dengan memainkan instrumen seperti saksofon, terompet, peluit, bahkan recorder. Praktek selama 10-15 menit sehari akan memperbaiki paru-paru Anda.
TSisa juga dengan tarik napas , ambil udara sebanyak2 nya lalu ditahan 2/3 detik aja(jgn lama2 ) trus keluarin sammpe bener2 abis udaranya, bagus waktu pagi. Kalo rutin bagus, bisa ngelatih paru2 + nambah kapasitas paru2
…………………………………………………………………………………………
7. kelembaban
Mucus atau lendir sering menjadi penyebab batuk kronis. Dalam sistem pengobatan China, kelemahan pada diet dan sistem pencernaan diperkirakan sebagai penyebab langsung kelembaban dan lendir yang terakumulasi di paru-paru.
Pada banyak kasus, mengurangi serta membersihkan mucus dapat meredakan batuk. Mulailah dengan berhenti mengkonsumsi makanan yang memproduksi mucus seperti produk-produk susu (khususnya es krim), makanan dingin dan mentah, makanan manis yang mengandung pemanis buatan atau tepung olahan, serta minuman ringan.
…………………………………………………………………………………………
8. Tekan disini

Dalam sistim pengobatan China, akupuntur dilakukan secara teratur untuk mengatasi masalah paru–paru. Anda bisa menstimulus titik akupuntur yang sama pada tubuh Anda dengan teknik yang disebut “acupressure”.
Anda tidak harus menggunakan jarum untuk menstimulus tetapi juga bisa menggunakan jari Anda. Temukan titik akupuntur yang biasa disebut dengan cubit marsh. Bengkokkan lengan Anda di siku. Titik akupuntur berada pada liputan siku, pada bagian luar otot besar di tengah-tengah titik. Tekanlah bagian tersebut dengan menggunakan jempol sampai Anda merasa lebih baik. Tahan selama 2-3 menit. Lakukan pada lengan yang lain.
…………………………………………………………………………………………
9. Jeruk Nipis
setelah di anaisis melalui alat GC-MS, air jeruk nipis mampu menurunkan kadaar nikotin hingga 70,65. Namun air jeruk nipis disini hanya alat bantu untuk dapat berhenti merokok.
…………………………………………………………………………………………
10. Minum banyak air.
Ini akan membantu untuk mengelurkan racun dan nikotin yang telah terakumulasi dalam tubuh Anda setelah bertahun-tahun merokok.
Labels:
Tips Kesehatan
|
0
comments
Terlalu Banyak Vitamin D Dapat Membahayakan Jantung
Ketika dikaitkan dengan jantung, vitamin D dapat menjadi pedang bermata dua. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan masalah pada jantung. Tetapi penelitian baru menunjukkan bahwa, kadar vitamin D yang lebih tinggi dari normal dapat menyebabkan jantung berdetak dengan sangat cepat dan keluar dari ritme.
Kondisi tersebut merupakan suatu kondisi yang disebut sebagai atrial fibrilasi. Hasil penelitian tersebut telah dipresentasikan pada pertemuan tahunan dari American Heart Association (AHA).
Penelitian tersebut, telah melibatkan 132.000 pasien di Utah based medical center. Berdasarkan hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa risiko atrial fibrilasi melonjak hampir 3 kali lipat bila kadar vitamin D terlalu tinggi.
"Kebanyakan orang mendapatkan kebutuhan vitamin D sehari-hari mereka dari sinar matahari. Tetapi pada penduduk yang tinggal pada daerah yang tidak selalu mendapatkan sinar matahari yang cukup, sering dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D untuk melindungi tulang dan jantung," kata Dr. Jared Bunch, direktur penelitian elektrofisiologi di Intermountain Medical Center in Murray, Utah seperti dilansir dari MSNHealth, Jumat (18/11/2011).
Namun, karena semua orang menyerap suplemen tersebut dengan kadar yang berbeda. Maka kadar vitamin D dalam darah perlu diuji untuk memastikan mereka berada dalam kisaran yang aman. Tingginya kadar vitamin D hanya terjadi ketika orang mengonsumsi suplemen.
"Karena konsumen menganggap suplemen yang dijual bebas telah aman. Konsumen mungkin tidak menyadari bahaya mengonsumsi terlalu banyak vitamin D. Orang-orang memandang suplementasi vitamin D sebagai terapi alami untuk mengobati berbagai macam penyakit dan sebagai sarana pencegahan penyakit," jelas Dr. Bunch.
Kisaran normal untuk konsumsi vitamin D adalah 41-80 nanogram per desiliter (ng/dl). Pasien dalam penelitian tersebut yang berisiko gangguan jantung telah menunjukkan memiliki kadar vitamin D yang berlebihan, yaitu di atas 100 ng/dl.
Menurut National Institutes of Health, asupan harian vitamin D yang direkomendasikan untuk orang-orang dengan usia 1-70 tahun adalah 600 unit IU. Rekomendasi tersebut dibuat berdasarkan jumlah yang cukup untuk kesehatan tulang.
Ada beberapa sumber makanan alami untuk vitamin D, antara lain:
1. Ikan tuna
2. Ikan salmon
3. Keju
4. Kuning telor
Sebagai contoh, 3 ons ikan salmon yang dimasak mengandung 447 IU vitamin D per porsi. Daftar lengkap makanan yang mengandung vitamin D juga telah banyak tersedia.
"Saran bagi orang yang baru didiagnosa dengan atrial fibrilasi dan mengonsumsi suplemen vitamin D adalah untuk memastikan dokter telah memeriksa kadar vitamin D dalam darah mereka. Kadar vitamin D dalam darah yang terlalu tinggi, diduga memiliki efek pada irama jantung reversibel," kata Dr. Bunch.
Labels:
Tahukah Anda
|
0
comments
Sindrom Karsinoid, Tumor Langka di Paru-paru

Sindroma karsinoid terjadi ketika tumor langka yang disebut tumor karsinoid mengeluarkan bahan kimia tertentu ke aliran darah dan menyebabkan berbagai tanda dan gejala. Tumor karsinoid terjadi paling umum pada saluran pencernaan atau paru-paru.
Karena tumor karsinoid umumnya tumbuh perlahan, biasanya gejala sindroma karsinoid tidak akan muncul sampai tumornya cukup parah. Kanker karsinoid biasanya diketahui melalui tes untuk penyakit yang tidak berhubungan dengan penyakit ini.
Pengobatan sindrom karsinoid biasanya melibatkan pengobatan untuk kanker. Namun, karena kebanyakan tumor karsinoid tidak akan menyebabkan sindroma karsinoid sebelum gejalanya menjadi parah, penyakit ini tidak mungkin diobati.
Dalam kasus tersebut, obat hanya dapat meredakan gejala sindrom karsinoid dan membuat pasien merasa lebih nyaman.
Gejala
Tanda-tanda dan gejala sindrom karsinoid tergantung pada bahan kimia yang mengeluarkan tumor karsinoid ke dalam aliran darah. Gejala ini bisa dipicu oleh alkohol, stres dan olahraga berat.
Tanda-tanda paling umum dan gejala sindrom karsinoid meliputi:
1. Kulit memerah.
Kulit pada wajah dan dada bagian atas terasa panas dan mengalami perubahan warna mulai dari pink, merah, kemudian ungu. Kemerahan kulit terjadi selama 30 detik hingga 30 menit atau lebih.
Kemarahan pada kulit ini dapat terjadi tanpa alasan yang jelas, meskipun kadang-kadang bisa dipicu oleh makanan atau alkohol.
2. Luka pada kulit wajah.
Daerah keunguan atau vena seperti laba-laba bisa muncul di hidung dan bibir atas pasien yang pernah mengalami sindrom karsinoid selama bertahun-tahun.
3. Diare.
Tinja berair disertai dengan kram perut yang menyakitkan bisa jadi sinyal sindrom karsinoid.
4. Kesulitan bernapas.
Asma seperti tanda mengi dan sesak napas dapat terjadi pada saat yang sama ketika kulit berubah kemerahan.
5. Detak jantung cepat.
Denyut jantung yang cepat bisa menjadi tanda sindrom karsinoid.
Perlu diingat bahwa banyak tanda-tanda dan gejala di atas lebih mungkin diakibatkan dari kondisi selain sindrom karsinoid. Mengalami gejala-gejala ini bukan berarti memiliki tumor karsinoid.
Penyebab
Sindrom Karsinoid disebabkan oleh tumor karsinoid yang mengeluarkan serotonin atau bahan kimia lainnya ke dalam aliran darah. Tumor karsinoid terjadi paling umum pada saluran pencernaan, termasuk perut, usus kecil, usus buntu, usus besar dan rektum atau paru-paru.
Hanya sebagian kecil tumor karsinoid yang mengeluarkan bahan kimia penyebab sindrom karsinoid. Dalam kebanyakan kasus, hati mampu mengurai bahan kimia tersebut sebelum memiliki kesempatan beredar dalam tubuh dan menyebabkan berbagai gejala.
Namun ketika tumor menyebar ke hati, tumor ini bisa mengeluarkan bahan kimia yang tidak terdegradasi sebelum mencapai aliran darah. Kebanyakan orang yang mengalami sindroma karsinoid memiliki kanker stadium lanjut yang telah menyebar ke hati.
Beberapa tumor karsinoid tidak harus menjadi parah untuk menyebabkan sindrom karsinoid. Misalnya, tumor paru-paru karsinoid yang mensekresikan bahan kimia ke dalam darah terletak jauh dari ulu hati dan tidak langsung ke hati sehingga tidak dapat diproses dan dihilangkan.
Tumor karsinoid dalam usus mengeluarkan bahan kimia yang langsung ke darah sehingga tidak melewati hati sebelum mencapai seluruh tubuh. Hati biasanya menetralkan bahan kimia sebelum dapat mempengaruhi seluruh tubuh.
Perawatan dan obat-obatan
Mengobati sindrom karsinoid melibatkan pengobatan kanker dan juga dapat melibatkan penggunaan obat untuk mengontrol tanda-tanda dan gejala khusus, meliputi:
1. Bedah.
Pembedahan untuk mengangkat kanker paling mungkin menjadi pilihan. Jika operasi bukan merupakan pilihan karena kanker terlalu luas, dokter dapat merekomendasikan pengobatan untuk mengecilkan tumor. Hal ini dapat mengurangi tanda-tanda dan gejala sindrom karsinoid.
2. Octreotide (Sandostatin).
Suntikan obat octreotide dapat memperlambat laju pertumbuhan tumor karsinoid dan mengurangi tanda-tanda dan gejala sindrom karsinoid. Octreotide mengontrol kemerahan pada kulit dan diare pada sebagian besar penderita sindrom karsinoid.
Efek samping octreotide meliputi nyeri perut dan kembung, diare dan mual, dan mereda seiring waktu. Beberapa orang tidak dapat mentoleransi efek samping octreotide dan harus berhenti minum obat ini.
3. Terapi biologi.
Obat suntik yang disebut interferon alfa merangsang sistem kekebalan tubuh untuk bekerja lebih baik, dan kadang-kadang digunakan untuk memperlambat pertumbuhan tumor karsinoid dan meringankan gejala.
Obat ini dapat dipakai sendiri atau dikombinasi dengan octreotide. Interferon juga menyebabkan efek samping seperti kelelahan, nyeri tulang, sakit kepala dan muntah.
4. Menghentikan pasokan darah ke tumor.
Dalam prosedur yang disebut embolisasi arteri hepatika, dokter memasukkan kateter (selang kecil) melalui jarum di dekat pangkal paha sampai ke arteri utama yang membawa darah ke jantung (arteri hepatik).
Dokter menyuntikkan partikel untuk menyumbat arteri hepatik, memotong pasokan darah ke sel-sel kanker yang telah menyebar ke hati. Sel-sel hati yang sehat bertahan hidup dengan mengandalkan darah dari pembuluh darah lainnya.
Embolisasi arteri hati dapat berisiko, terutama pada pasien penyakit hati, dan prosedur ini biasanya dilakukan hanya di pusat-pusat medis khusus.
5. Membunuh sel kanker dengan pemanasan atau pembekuan.
Ablasi frekuensi radio memberikan panas melalui jarum ke sel-sel kanker di hati, menyebabkan sel-sel mati. Mirip dengan Cryotherapy, tetapi bekerja dengan membekukan tumor.
Perawatan ini bisa menjadi pilihan jika memiliki sejumlah tumor hati yang kecil ukurannya. Ablasi radiofrekuensi dan krioterapi umumnya aman, meskipun ada risiko kecil kehilangan darah dan infeksi.
6. Kemoterapi.
Obat kemoterapi dapat mengecilkan tumor karsinoid. Efek samping yang dialami akan tergantung pada obat-obat kemoterapi yang diterima.
Sumber: MayoClinic
Labels:
Keperawatan
|
0
comments
Askep jantung
BAB I
PENDAHULUAN
I. LATAR BELAKANG
Gagal jantung merupakan tahap akhir dari seluruh penyakit jantung dan merupakan penyebab peningkatan morbiditas dan mortalitas pasien jantung. Diperkirakan hampir lima persen dari pasien yang dirawat di rumah sakit, 4,7% wanita dan 5,1% laki-laki. Insiden gagal jantung dalam setahun diperkirakan 2,3 – 3,7 perseribu penderita pertahun. Kejadian gagal jantung akan semakin meningkat di masa depan karena semakin bertambahnya usia harapan hidup dan berkembangnya terapi penanganan infark miokard mengakibatkan perbaikan harapan hidup penderita dengan penurunan fungsi jantung. Gagal jantung susah dikenali secara klinis, karena beragamnya keadaan klinis serta tidak spesifik serta hanya sedikit tanda – tanda klinis pada tahap awal penyakit. Perkembangan terkini memungkinkan untuk mengenali gagal jantung secara dini serta perkembangan pengobatan yang memeperbaiki gejala klinis, kualitas hidup, penurunan angka perawatan, memperlambat progresifitas penyakit dan meningkatkan kelangsungan hidup.
Gangguan fungsi jantung dapat berupa gangguan fungsi diastolik atau sistolik, gangguan irama jantung, atau ketidaksesuaian preload dan afterload. Keadaan ini dapat menyebabkan kematian pada pasien. Gagal jantung dapat dibagi menjadi gagal jantung kiri dan gagal jantung kanan. Gagal jantung juga dapat dibagi menjadi gagal jantung akut, gagal jantung kronis dekompensasi, serta gagal jantung kronis. Beberapa sistem klasifikasi telah dibuat untuk mempermudah dalam pengenalan dan penanganan gagal jantung. Sistem klasifikasi tersebut antara lain pembagian berdasarkan Killip yang digunakan pada Infark Miokard Akut,
klasifikasi berdasarkan tampilan klinis yaitu klasifikasi Forrester, Stevenson dan NYHA.
Klasifikasi berdasarkan Killip digunakan pada penderita infark miokard akut, dengan pembagian:
- Derajat I : tanpa gagal jantung
- Derajat II : Gagal jantung dengan ronki basah halus di basal paru, S3 galop dan
peningkatan.
- Derajat III : Gagal jantung berat dengan edema paru
- Derajat IV : Syok kardiogenik dengan hipotensi (tekanan darah sistolik _ 90 mmHg) dan
vasokonstriksi perifer (oliguria, sianosis dan diaforesis).
Klasifikasi Stevenson menggunakan tampilan klinis dengan melihat tanda kongesti dan kecukupan perfusi. Kongesti didasarkan adanya ortopnea, distensi vena juguler, ronki basah, refluks hepato jugular, edema perifer, suara jantung pulmonal yang berdeviasi ke kiri, atau square wave blood pressure pada manuver valsava. Status perfusi ditetapkan berdasarkan adanya tekanan nadi yang sempit, pulsus alternans, hipotensi simtomatik, ekstremitas dingin dan penurunan kesadaran. Pasien yang mengalami kongesti disebut basah (wet) yang tidak disebut kering (dry). Pasien dengan gangguan perfusi disebut dingin (cold) dan yang tidak disebut panas (warm). Berdasarkan hal tersebut penderita dibagi menjadi empat kelas, yaitu :
- Kelas I (A) : kering dan hangat (dry – warm)
- Kelas II (B) : basah dan hangat (wet – warm)
- Kelas III (L) : kering dan dingin (dry – cold)
- Kelas IV (C) : basah dan dingin (wet – cold)
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. PENGERTIAN
Gagal jantung adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan terhadap nutrien dan oksigen. Mekanisme yang mendasar tentang gagal jantung termasuk kerusakan sifat kontraktil dari jantung, yang mengarah pada curah jantung kurang dari normal. Kondisi umum yang mendasari termasuk aterosklerosis, hipertensi atrial, dan penyakit inflamasi atau degeneratif otot jantung. Sejumlah faktor sistemik dapat menunjang perkembangan dan keparahan dari gagal jantung. Peningkatan laju metabolic ( misalnya ;demam, koma, tiroktoksikosis), hipoksia dan anemia membutuhkan suatu peningkatan curah jantung untuk memenuhi kebutuhan oksigen.
B. ETIOLOGI
Di negara – negara berkembang , penyebab tersering adalah penyakit arteri koroner yang menimbulkan infark miokard dan tidak berfungsinya miokardium (kardiomiopati iskemik). Penyebab paling sering adalah kardiomiopati alkoholik, miokarditis viral (termasuk infeksi HIV) dan kardiomiopati dilatasi tanpa penyebab pasti (kardiomiopati idiopatik). Hipertensi tetap merupakan penyebab gagal jantung kongestif yang penting. Selain itu penyakit katup jantung juga merupakan penyebab gagal jantung, namun saat ini agak jarang penyakit katup jantung menyebabkan gagal jantung. Stenosis aorta masih tetap merupakan penyebab yang sering dan dapat diperbaiki.
C. PATOFISIOLOGI
Jika terjadi gagal jantung , tubuh mengalami beberapa adaptasi baik pada jantung dan secara sistemik. Jika stroke volume kedua ventrikel berkurang oleh karena penekanan kontraktilitas atau afterload yang sangat meningkat., maka volume dan tekanan pada akhir diastolik dalam kedua ruang jantung akan meningkat. Ini akan meningkatkan panjang serabut miokardium akhir diastolik, menimbulkan waktu sistolik menjadi singkat. Jika kondisi ini berlangsung lama, terjadi dilatasi ventrikel . Cardiac output pada saat istirahat masih bisa baik tapi, tapi peningkatan tekanan diastolik yang berlangsung lama /kronik akan dijalarkan ke kedua atrium dan sirkulasi pulmoner dan sirkulasi sitemik. Akhirnya tekanan kapiler akan meningkat yang akan menyebabkan transudasi cairan dan timbul edema paru atau edema sistemik.penurunan cardiac output, terutama jika berkaitan dengan penurunan tekanan arterial atau penurunan perfusi ginjal, akan mengaktivasi beberapa sistem saraf dan humoral. Peningkatan aktivitas sistem saraf simpatis akan memacu kontraksi miokardium, frekuensi denyut jantung dan vena ; perubahan yang terkhir ini akan meningkatkan volume darah sentral.yang selanjutnya meningkatkan preload. Meskipun adaptasi – adaptasi ini dirancang untuk meningkatkan cardiac output, adaptasi itu sendiri dapat mengganggu tubuh. Oleh karena itu , takikardi dan peningkatan kontraktilitas miokardium dapat memacu terjadinya iskemia pada pasien – pasien dengan penyakit arteri koroner sebelumnya dan peningkatan preload dapat memperburuk kongesti pulmoner. Aktivasi sitem saraf simpatis juga akan meningkatkan resistensi perifer ;adaptasi ini dirancang untuk mempertahankan perfusi ke organ – organ vital, tetapi jika aktivasi ini sangat meningkatmalah akan menurunkan aliran ke ginjal dan jaringan. Resitensi vaskuler perifer dapat juga merupakan determinan utama afterload ventrikel, sehingga aktivitas simpatis berlebihan dapat meningkatkan fungsi jantung itu sendiri. Salah satu efek penting penurunan cardiac output adalah penurunan aliran darah ginjal dan penurunan kecepatan filtrasi glomerolus, yang akan menimbulkan retensi sodium dan cairan. Sitem rennin – angiotensin - aldosteron juga akan teraktivasi, menimbulkan peningkatan resitensi vaskuler perifer selanjutnya dan penigkatan afterload ventrikel kiri sebagaimana retensi sodium dan cairan. Gagal jantung berhubungan dengan peningkatan kadar arginin vasopresin dalam sirkulasi yang meningkat, yang juga bersifat vasokontriktor dan penghambat ekskresi cairan. Pada gagal jantung terjadi peningkatan peptida natriuretik atrial akibat peningkatan tekanan atrium, yang menunjukan bahwa disini terjadi resistensi terhadap efek natriuretik dan vasodilator.
D. MANIFESTASI KLINIK
1. Peningkatan volume intravaskular (gambaran dominan)
kongesti jaringan
2. peningkatan desakan vena pulmonal (edema pulmonal) ditandai oleh batuk dan sesak
nafas.
3. peningkatan desakan vena sistemik seperti yang terlihat pada edema perifer umum dan penambahan berat badan.
4. penurunan curah jantung dengan disertai pening, kekacauan mental, keletihan,
intoleransi jantung terhadap latihan, ekstremitas dingin dan oliguria.
E. KLASIFIKASI
Gagal jantung menurut New York Health Association, terbagi atas 4 kelas fungsional, yaitu :
1. Timbul gejala sesak pada aktivitas fisik berat
2. Timbul gejala sesak pada aktivitas fisik sedang
3. Timbul gejala sesak pada aktivitas fisik ringan
4. Timbul gejala sesak pada aktivitas fisik sangat ringan atau saat istirahat.
F. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Hitung darah dapat menunjukan anemia , merupakan suatu penyebab gagal jantung
2. output tinggi dan sebagai faktor eksaserbasi untuk bentuk disfunsi jantung lainnya
3. Pemeriksaan biokimia untuk menunjukan insufiensi ginjal
4. Tes fungsi ginjal untuk menentukan apakah gagal jantung ini berkaitan dengan azotemia prerenal
5. Pemeriksaan elektrolit untuk mengungkap aktivitas neuroendokrin
6. Fungsi tiroid pada pasien usia lanjut harus dinilai untuk mendeteksi tirotoksikosis atau mieksedema tersembunyi
7. Pemeriksaan EKG
8. Radiografi dada
9. Angiografi radionuklir mengukur fraksi ejeksi ventrikel kiri dan memungkinkan analisis gerakan dinding regional
10. Kateterisasi jantung untuk menentukan penyakit arteri koroner sekaligus luas yang terkena.
G. KOMPLIKASI
1. kematian
2. edema pulmoner akut
H. PENATALAKSANAAN
1. Koreksi sebab – sebab yang dapt diperbaiki , penyebab – penyebab utama yang dapt diperbaiki adalah lesi katup jantung, iskemia miokard, aritmia, depresi miokardium diinduksi alcohol, pirau intrakrdial dan keadaan output tinggi.
2. Diet dan aktivitas, pasien – pasien sebaiknya membatasi garam (2 gr natrium atau 5 gr garam). Pada gagal jantung berat dengan pembatasan aktifitas, tetapi bila pasien stabil dianjurkan peningkatan aktifitas secara teratur
3. Terapi diuretic
4. penggunaan penghambat sistem rennin – angiotensin – aldosteron
5. Terapi beta blocker
6. terapi glikosida digitalis
7. terapi vasodilator
8. Obat inotropik positif generasi baru
9. Penghambat kanal kalsium
10. Atikoagulan
11. Terapi antiaritmia
12. Revaskularisasi koroner
13. Transplantasi jantung
14. Kardoimioplasti
BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN
A. PENGKAJIAN
1. Identitas pasien (data demografi)
2. Riwayat kesehatan
a. Riwayat Penyakit Sekarang
b. Riwayat penyakit dahulu
c. Riwayat kesehatan Keluarga
d. Faktor pencetus
e. Faktor pencetus
f. Tingkat pengetahuan pasien dan kelurga terhadap penyakitnya
g. Riwayat social ekonomi
h. Riwayat spiritual
i. Riwayat Alergi dan obat-obatan
j. Riwayat Psikososial
k. Kebiasaan sehari – hari : Nutrisi
3. Pemeriksaan Fisik
a. Dari mulai kepala ke leher
b. Mata : Conjungtiva, Sklera
c. Leher : JVP, Bising arteri karotis
d. Paru : - Bentuk dada
Ø Pergerakana dada
Ø Asimetris dada
Ø Pernafasan : Frekuensi, Irama, Jenis, Suara, Suara tambahan
e. Jantung : -TD
Ø Nadi ( Frekuensi, isi, irama )
Ø Suara jantung
Ø Suara tambahan ( S3, S4, Gallop )
Ø Bising jantung ( Thrill )
f. Abdomen ( Acites, BU )
g. Ekstremitas ( Temp, Kelembapan, Edema, Cyanosis )
4. Pemeriksaan Penunjang
a. Lab.
b. ECG
c. Foto Thorak
d. Kateterisasi
e. Radionuklir
5. Therapi
a. Diuretic
b. Vasodilator
c. Ace Inhibtor
d. Digitalis
e. Dopaminergik
f. Oksigen
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan fungsi elektronik, mekanik, structural.
2. Gangguan fungsi pernafasan :
Ø pola nafas tidak efektif berhubungan dengan cemas, menurunnya compliance paru atau pengaruh obat depresi pernafasan.
Ø Kebersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan. penumpukan cairan pada alveoli, interstisiel.
Ø Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan. kegagalan difusi pada alveoli
3. Gangguan keseimbangan cairan : Kelebihan volume cairan berhubungan dengan menurunnya aliran ke
4. Gangguan rasa nyaman : Mual, muntah berhubungan dengan stimulasi pusat muntah karena kongesti vascular pada saluran pencernaan , atau efek samping dari terapi digitalis.
5. Intoleransi aktivitasdan self care deficit berhubungan dengan ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen.
C. PERENCANAAN
Tujuan yang diharapkan :
1. Curah jantung adekuat sesuai kebutuhan
2. Aktivitas mencapai batas optimal
3. Pasien mengerti tentang proses, prognosa/ pengobatan gagal jantung.
D. INTERVENSI KEPERAWATAN
Ø Curah jantung menurun berhubungan dengan perubahan kontraktilitas miokardial atau perubahan inotropik, perubahan frekuensi, irama, konduksi jantung, perubahan struktural. (mis: kelainan katup, aneurisma ventrikel).
Tujuan : setalah dilakukan tindakan keperawatan, klien menunjukkan adanya
penurunan curah jantung.
Kriteria Hasil:
- Frekuensi jantung meningkat
- Status Hemodinamik stabil
- Haluaran Urin adekuat
- Tidak terjadi dispnu
- Akral Hangat
Intervensi;
1. Auskultasi nadi apical, kaji frekuensi, irama jantung.
Rasional : Biasanya terjadi tachycardia untuk mengkompensasi penurunan kontraktilitas jantung.
Rasional : Biasanya terjadi tachycardia untuk mengkompensasi penurunan kontraktilitas jantung.
2. Catat bunyi jantung.
Rasional : S1 dan s2 lemah, karena menurunnya kerja pompa S3 sebagai aliran ke dalam serambi yaitu distensi. S4 menunjukkan inkopetensi atau stenosis katup.
Rasional : S1 dan s2 lemah, karena menurunnya kerja pompa S3 sebagai aliran ke dalam serambi yaitu distensi. S4 menunjukkan inkopetensi atau stenosis katup.
3. Palpasi nadi perifer.
Rasional : Untuk mengetahui fungsi pompa jantung yang sangat dipengaruhi
oleh CO dan pengisisan jantung.
4. Pantau tekanan darah.
Rasional; ntuk mengetahui fungsi pompa jantung yang sangat dipengaruhi oleh CO dan pengisisan jantung.
Rasional; ntuk mengetahui fungsi pompa jantung yang sangat dipengaruhi oleh CO dan pengisisan jantung.
5. Pantau keluaran urine, catat penurunan keluaran, dan kepekatan atau konsentrasi urine.
Rasional : Dengan menurunnya CO mempengaruhi suplai darah ke ginjal yang juga mempengaruhi pengeluaran hormone aldosteron yang berfungsi pada proses pengeluaran urine.
Rasional : Dengan menurunnya CO mempengaruhi suplai darah ke ginjal yang juga mempengaruhi pengeluaran hormone aldosteron yang berfungsi pada proses pengeluaran urine.
6. Kaji perubahan pada sensori contoh: letargi, bingung, disorientasi, cemas dan depresi.
Rasional : Menunjukkan tidak adekuatnya perfusi serebral sekunder terhadap penurunan curah jantung.
Rasional : Menunjukkan tidak adekuatnya perfusi serebral sekunder terhadap penurunan curah jantung.
7. Berikan istirahat semi recumbent (semi-fowler) pada tempat tidur.
Rasional : Memperbaiki insufisiensi kontraksi jantung dan menurunkan
kebutuhan oksigen dan penurunan venous return.
8. Kolaborasi dengan dokter untuk terapi, oksigen, obat jantung, obat diuretic dan cairan.
Rasional : Membantu dalam proses kimia dalam tubuh.
Rasional : Membantu dalam proses kimia dalam tubuh.
Ø Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan, kelelahan, perubahan tanda vital, adanya dysritmia, dyspnea, pucat, berkeringat.
Tujuan dan kriteria hasil:
- Klien akan berpartisipasi pada aktivitas yang diinginkan
- Memenuhi perawatan diri sendiri
- Mencapai peningkatan toleransi aktivitas yang dapat diukur, dibuktikan oleh
menurunnya kelemahan dan kelelahan
Intervensi:
1. Periksa tanda vital sebelum dan sesudah aktivitas, khususnya bila pasien menggunakan vasodilator, diuretic.
Rasional : Hipotensi ortostatik dapat terjadi dengan aktivitas karena efek obat
(vasodilatasi), perpindahan cairan atau pengaruh fungsi jantung.
2. Catat respon kardiopulmonal terhadap aktivitas, catat takikardi, disritmia, dispnea, berkeringat, pucat.
Rasional : Penurunan atau ketidakmampuan miokardium untuk meningkatkan
frekuensi jantung.
3. Kaji penyebab kelemahan contoh pengobatan, nyeri, obat.
Rasional : Kelemahan adalah efek samping beberapa obat (beta bloker,
traquilizer, sedative), nyeri dan program penuh stress juga memerlukan energi
dan menyebabkan kelemahan.
4. Evaluasi peningkatan intoleransi aktivitas.
Rasional : Dapat menunjukkan peningkatan dekompensasi jantung daripada
kelebihan aktivitas.
5. Berikan bantuan dalam aktivitas perawatan diri sesuai indikasi, selingi periode aktivitas dengan istirahat.
Rasional : Pemenuhan kebutuhan perawatan diri pasien tanpa mempengaruhi
stress miokard.
6. Implementasikan program rehabilitasi jantung atau aktivitas.
Rasional : Peningkatan bertahap pada aktivitas menghindarai kerja jantung atau konsumsi oksigen berlebih. Penguatan dan perbaikan fungsi jantung dibawah stress, : bila disfungsi jantung tidak dapat baik kembali.
Ø Kelebihan volume cairan berhubungan dengan menurunnya laju filtrasi glomerulus (menurunnya curah jantung) atau meningkatnya produksi ADH dan retensi natrium dan air.
Intervensi;
1. Pantau keluaran urin, catat jumlah dan warna saat hari dimana diuresis terjadi.
Karena penurunan perfusi ginjal.
2. Hitung keseimbangan pemasukan dan pengeluaran selama 24 jam.
Rasional : Terapi diuretic dapat disebabkan oleh kehilangan cairan tiba-tiba atau berlebih (hipovolemia) meskipun edema atau asites masih ada.
Rasional : Terapi diuretic dapat disebabkan oleh kehilangan cairan tiba-tiba atau berlebih (hipovolemia) meskipun edema atau asites masih ada.
3. Berikan posisi kaki lebih tinggi dari kepala.
Rasional : Pembentukan edema, sirkulasi melambat, gangguan pemasukan
nutrisidan imobilisasi dan tirah baring yang lama.
4. Auskultasi bunyi napas, catat penurunan dan atau bunyi napas tambahan contoh krekels, mengi atau batuk.
5. Kelebihan cairan sering menimbulkan kongersti paru.
Rasional : Gejala edema paru dapat menunjukkan gagal jantung kiri akut.
6. Berikan makanan yang mudah dicerna, porsi kecil dan sering.
Rasional : Penurunan motilitas gaster dapat berefek merugikan pada digestif.
Rasional : Penurunan motilitas gaster dapat berefek merugikan pada digestif.
7. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapi diuetik, cairan dan elektrolit.
Rasional : Diuretic meningkatkan laju aliran urin dan dapat menghambat reabsorbsi.
Rasional : Diuretic meningkatkan laju aliran urin dan dapat menghambat reabsorbsi.
8. kolaborasi dengan ahli gizi.
Rasional : Perlu memberikan diet yang dapat diterima klien yang memenuhi
kebutuhan kalori dalam pembatasan natrium.
Ø Pertukaran gas, kerusakan, resiko tinggi b.d Perubahan membrane kapiler-alveolus, contoh pengumpulan atau perpindahan cairan ke dalam area interstitial ataualveoli.
Intervensi:
Intervensi:
1. Auskultasi bunyi napas, catat krekels.
Rasional : Menyatakan adanya kongesti paru atau pengumpulan secret.
2. Anjurkan klien untuk batuk efektif, napas dalam.
Rasional : Membersihkan jalan napas dan memudahkan aliran oksigen.
3. Dorong perubahan posisi.
Rasional : Membantu mencegah atelektasis dan pneumonia.
4. Pertahankan tirah baring 20-300 posisi semi fowler.
Rasional : Menurunkan konsumsi oksigen atau kebutuhan dan meningkatkan
inspaksi paru maksimal.
5. Kolaborasi dengan dokter dalam terapi o2 dan laksanakan sesuai indikasi.
Rasional : Meningkatkan konsentrasi oksigen alveolar yang dapat memperbaiki
atau menurunkan hipoksia jaringan.
6. Laksanakan program dokter dalam pemberian obat seperti diuretic dan bronkodilator.
Rasional : Menurunkan kongestif alveolar, meningkatkan pertukaran gas, meningkatkan aliran oksigen dengan mendilatasi jalan napas dan mengeluarkan efek diuretic ringan untuk menurunkan kongestif paru.
Rasional : Menurunkan kongestif alveolar, meningkatkan pertukaran gas, meningkatkan aliran oksigen dengan mendilatasi jalan napas dan mengeluarkan efek diuretic ringan untuk menurunkan kongestif paru.
Ø Resiko tinggi kerusakan integritas kulit berhubungan dengan Tirah baring., edema, penurunan perfusijaringan.
Intervensi:
Intervensi:
1. Lihat kulit catat penonjolan tulang. Lihat adanya edema, area sirkulasinya terganggua atau pigmentasi atau kegemukan.
Rasional : Kerana gangguan sirkulasi perifer kulit beresiko imobilisasi fisik dan
gangguan status nutrisi.
2. Pijat area kemerahan
Rasional : Meningkatkan aliran darah, meminimalkan hipoksia jaringan.
3. Sering rubah posisi di tempat tidur atau kursi. Bantu lakukan latihan rentang gerak pasif/aktif.
Rasional : Memperbaiki sirkulasi atau menurunkan waktu satu area yang mengganggu
aliran darah.
4. Sering berikan perawatan kulit, meminimalkan kelembaban.
Rasional : Kulit terlalu kering dan lembab dapat merusak kulit dan mempercepat
kerusakan.
5. Periksa sepatu atau sandal yang kesempitan, ubah sesuai kebutuhan.
Rasional : Sepatu terlalu sempit dapat menyebabkan edema dependen., meningkatkan
resiko tertekan dan kerusakan kulit pada kaki.
6. Hindarai obat intramuscular.
Rasional : Edema interstitial dan gangguan sirkulasi memperlambat absorbsi obat dan
predisposisi untuk kerusakan kulit atau terjadinya infeksi.
DAFTAR PUSTAKA
Carpenito, L.J. (2000). Buku saku: Diagnosa keperawatan. Jakarta. EGC.
Doenges, M.E, Moorhouse, M.F., & Geissler, A.C. (1999). Rencana asuhan keperawatan: pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien. Jakarta. EGC.
Smeltzer, S. C. & Bare, B. G. (2001). Buku ajar keperawatan medikal bedah. Vol 2. Jakarta:EGC.
EVALUASI
Proses dan hasil
Proses : Setiap tindakan lakukan evaluasi langsung
Hasil : tujuan yang diharapkan.
Proses dan hasil
Proses : Setiap tindakan lakukan evaluasi langsung
Hasil : tujuan yang diharapkan.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN GAGAL
JANTUNG
DISUSUN OLEH:
ANDREA SURYA PRATAMA
HERY FATURAHMAN
MARIA SRI HASTUTI
MUKHTAR LUTHFI ANSHORI
SITI DWI WIDAYANTI
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
STIKes WIDYA CIPTA HUSADA
MALANG 2011
Labels:
Asuhan Keperawatan
|
0
comments
Subscribe to:
Posts (Atom)
About Me
- HIMKA WCH
- Himpunan mahasiswa Keperawatan Stikes Widya Cipta Husada di sini ingin membagi pengetahuan tentang Ilmu Keperawatan dan Tips Kesehatan bagi para pembaca di blog ini
