Labels
Blog Archive
-
▼
2011
(84)
-
▼
November
(44)
- Tamsulosin
- Bayi ASI miliki IQ legih tinggi dari pada bayi sus...
- Tips Membersihkan Paru-Paru Dari Asap Rokok
- Terlalu Banyak Vitamin D Dapat Membahayakan Jantung
- Sindrom Karsinoid, Tumor Langka di Paru-paru
- Askep jantung
- Pemasangan infus
- Keju lebih baik dari pada mentega untuk kesehatan ...
- Awas! Oral Seks Picu Kanker Tonsil dan Pangkal Lidah
- Jakarta, Meski tidak menyebabkan penularan penyaki...
- Asap Kayu Bakar Pengaruhi Risiko Pneumonia dan Pen...
- ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN ANAK DENGAN ASFIKSIA NEO...
- ASKEP Epilepsi
- Ganja Dapat Menyembuhkan Epilepsi
- Makanan ini bantu stop merokok
- Berjemur menurunkan resiko kanker payudara
- Mengapa rokok bisa picu kanker kesehatan
- Inilah reaksi tubuh saat menghisap rokok
- Diet cepat mengkonsumsi buah acai berry
- Seks Usia muda sebabkan kanker
- Jangan paksakan kelahiran di tanggal unik
- Kenapa orang ketagihan Coklat
- Askep Trekeostomi
- Fisiologi Kardiovaskular Ibu
- HYMEN versus VIRGINITAS
- ASUHAN BAYI BARU LAHIR
- Tips Menurunkan Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) ...
- 5 tanda banyak minum kopi
- Penyebab kanker serviks
- Kanker servik pembunuh banyak wanita
- Makanan dan minuman pereda stress
- Jaga hati dari Hepatitis
- 80% Wanita Alami Same Dress Syndrome
- ASKEP Gagal ginjal akut
- Fraktur Femur
- ASUHAN KEPERAWATAN KARSINOMA KANDUNG KEMIH
- Benarkah Kurang Minum Bikin Sakit Ginjal?
- ASUHAN KEPERAWATAN MENINGITIS
- Proses pembentukan urine
- ASKEP DENGAN HIDROCEPHALUS
- HIDROSEFALUS KONGENITAL
- ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN EFUSI PLEURA
- ASKEP Herpes Zoster
- HERNIA NUKLEUS PULPOSUS (HNP)
-
▼
November
(44)
My Favorit Blog
Benarkah Kurang Minum Bikin Sakit Ginjal?
Jangan lupa minum air yang cukup biar tidak sakit ginjal". Nasihat tersebut mungkin sering kita dengar. Padahal, sebenarnya nasihat tersebut kurang tepat.
Dehidrasi akibat asupan air yang kurang memang dapat menimbulkan masalah kesehatan. Akan tetapi menurut dr.Parlindungan Siregar, Sp.PD, KGH dari Divisi Ginjal Hipertensi FKUI/RSCM, pada orang sehat dan fungsi ginjalnya normal, dehidrasi tidak akan berpengaruh pada ginjal.
Jika dehidrasi ringan atau kekurangan cairan tiga persen, yang terpengaruh mungkin hanya fungsi kognitifnya saja, seperti jadi sulit berkonsentrasi. Tapi pada orang yang memang sudah mengalami gangguan ginjal, dehidrasi ringan akan menyebabkan gangguan ginjalnya menjadi berat," ungkap dokter dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSCM ini.
Sementara itu, pada kasus dehidrasi berat atau kekurangan cairan sampai 10 persen, efeknya pada tubuh meliputi tekanan darah menurun. "Pasien yang muntaber dan mengalami dehidrasi juga bisa mengalami gangguan ginjal akut jika tidak langsung ditangani," paparnya.
Ia menambahkan, konsumsi cairan pada orang yang sehat tidak boleh kekurangan, tapi juga tidak boleh berlebihan. "Tergantung pada aktivitasnya, tapi rata-rata kita butuh dua liter air setiap hari," imbuhnya.
Sementara itu pada orang yang sudah menderita gangguan ginjal, asupan airnya dibatasi. "Pada gangguan ginjal akut, volume cairan yang diperbolehkan adalah sebanyak volume urin sehari ditambah 500 mL, jadi sekitar seliter air sehari," katanya.
KOMPAS.com
KOMPAS.com
Labels:
Tahukah Anda
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
About Me
- HIMKA WCH
- Himpunan mahasiswa Keperawatan Stikes Widya Cipta Husada di sini ingin membagi pengetahuan tentang Ilmu Keperawatan dan Tips Kesehatan bagi para pembaca di blog ini
0 comments:
Post a Comment